Sunday, November 27, 2011

Sejarah Nama "INDONESIA"


Kata Indonesia telah dijadikan identitas nasional yang dapat mempersatukan seluruh pergerakan bangsa di dalam menentang kekuasaan pemerintah kolonial Belanda di wilayah Indonesia.
Kata Indonesia juga telah menjadi perekat dan lambang perjuangan bangsa Indonesia.
Republik Indonesia
Perjuangan dan pergerakan bangsa Indonesia tidak lagi terbatas pada daerahnya masing-masing, tetapi untuk menegakkan Indonesia. Dengan demikian, kata Indonesia menjadi sangat penting bagi bangsa Indonesia. Dengan demikian, kata Indonesia menjadi sangat penting bagi bangsa Indonesia, karena telah dapat mempersatukan seluruh perjuangan dan pergerakan dari bangsa Indonesia sendiri.

Thursday, September 15, 2011

Nostalgia bagi Penulis Besar, Asupan Gizi Bagi Pemula


Menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis… Heran, kaget, bingung, hingga kagum. Itulah perasaan saya saat pertama membaca “teori menulis” Gertrude Stein. Bagaimana bisa orang seperti dia membuat kalimat pengulangan seperti itu, menyalahi tata bahasa, dan kurang enak untuk dibaca. Saya akhirnya mafhum dengan kalimat itu setelah mencoba bergelut lebih dekat dengan kegiatan menulis, meski belum terlalu dekat.
*
Menulis adalah proses, ternyata memang benar. Bahwa tak ada yang berbakat dalam menulis seperti ungkapan Bambang Trim dalam bukunya Saya Bermimpi Menulis Buku, juga benar. Layaknya bersepeda, tak ada yang berbakat, yang ada adalah orang yang berani untuk berlatih bersepeda.
Jadi tak ada orang yang tidak mahir menulis, yang ada hanyalah orang yang takut dan ragu untuk melakukannya. Inilah salah satu kesan yang saya dapat saat membaca buku Chicken Soup for the Writer’s Soul. Sebuah buku yang menggugah semangat para penulis.
*
Chicken Soup for the Writer’s Soul bukanlah buku baru, mengingat terbitan pertamanya di Indonesia tahun 2007 dan telah banyak dibahas oleh forum-forum penulis. Bukan pula saya bermaksud untuk kembali membahas buku yang telah banyak dibahas orang lain. Disamping tujuan mendasar lain, saya hanya mencoba membuat tulisan Non Fiksi pertama saya di forum ini. Saya bersepakat dengan Elizabeth Engstrom dalam buku ini: Masing-masing dari kita unik di alam raya ini, sehingga demikian juga kisah-kisah yang kita tuturkan.

Friday, July 22, 2011

Togean Visit Central Celebes

Eksotisnya Pulau Togean - Sulawesi Tengah















Obyek Wisata Pulau Togean - Sulawesi Tengah yang indah dan eksotis terutama alam bawah lautnya yang memiliki berbagai karang tropis dalam ukuran besar serta berbagai spesies ikan hias dan kepiting kenari.
Kepulauan Togean letaknya di Kabupaten Tojo Unauna Sulawesi Tengah. Perjalanan menuju Togean dapat ditempuh dua jam jalan darat dari Kabupaten Poso ke Ampana – Tojo Unauna yang dilanjutkan naik perahu motor.

Dikawasan Pulau Togean ini terdapat Gunung Merapi yaitu Gunung Colo yang pernah meletus pada awal tahun delapan puluhan.
Kegiatan Memancing, berlayar, berenang dan menyelam dapat dilakukan dikawasan ini. Sederetan pulau-pulau kecil dan besar yang berhutan lebat yang dihuni oleh babi hutan dan Pesisir pantai dihuni suku Bajou yang membuat rumah diatas laut .
Pulau-pulau kecil di Togean juga memiliki pantai berpasir putih untuk berjemur dan pada senja hari menikmati matahari terbenam.

Keindahan pulau-pulau karang menambah kecantikan alam Togean , Kepulauan yang terletak di tengah Teluk Tomini ini ditumbuhi kawasan hutan yang belum terjamah dan menjadi tempat perlindungan bagi hewan-hewan yang ada di dalamnya.
Obyek keindahan terletak pada di pantai dan laut dengan berbagai kombinasi bentuk karang berpadu dengan birunya air laut yang jernih.
Kepulauan Togean merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki tiga lingkungan karang yang berbeda yaitu karang atol, karang barier dan karang pantai yang semuanya menjadi habitat dari flora dan fauna laut.
Karang atol ini berbentuk pulau karang yang ditengah-tengahnya terdapat danau yang dalam.
Karang barier merupakan deretan karang yang berjejer mengelilingi pulau menyerupai benteng atau dinding di laut yang melindungi pulau dari terjangan ombak laut. Karang ini di kedalaman 200 mtr dan muncul diatas permukaan laut sampai dengan beberapa meter.
Pulau Batudaka merupakan pulau terbesar dan yang paling mudah dicapai di kepulauan Togean. Di Pulau Batu Daka ini selain desa Bomba sebagai desa pemukiman terdapat desa Wakai tempat/ pelabuhan pemberangkatan ke Pulau Kadidiri yang merupakan obyek wisata di kepulauan Togean.
Di desa Bomba sangat baik untuk berenang dan snorkeling dan mengunjungi goa kelelawar yang tidak terlalu jauh dari desa Bomba.

Beberapa kilometer ke arah pedalaman terdapat air terjun.
Pulau Kadidiri merupakan pulau paling populer , pantai yang sangat indah dengan lokasi snorkeling dan menyelam sempurna. tersedia banyak penginapan murah dan di sebelah barat pantai terdapat deretan batu karang terjal yang menjadi habitat kepiting karang.
Kawasan pemukiman utama di Pulau Togean adalah Desa Katupat ,di sekitar pulau terdapat kawasan pantai yang lebih indah dan sangat bagus untuk trekking.
Kembali ke wisata lainnya.

Thursday, December 23, 2010

Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) Sulteng


Letak

Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) tertetak sekitar 20 km arah Tenggara kota Palu (menuju Kulawi atau Napu). Secara Geografis terletak pada 1190 58' - 1200 16' Bujur Timur dan 1° 8'- 10 3 Lintang Selatan. Secara Administratif pemerintahan, taman nasional ini teletak di wilayah Kabupaten Donggala dan Sigi. Di bagian utara, berbatasan dengan Dataran Lembah Palu dan Dataran Lembah Pablo, sebelah timur berbatasan dengan Dataran Lembah Napu, sebelah selatan dengan Dataran Lembah Bada, dan sebelah barat dengan Sungai Lariang dan dataran Lembah Kulawi.


Dasar Hukum

Secara hukum, Taman Nasional Lore Lindu dikukuhkan oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan melalui Keputusan No. 464/Kpts-Il/1999 tanggal 23 Juni 1999 dengan luas kawasan 217.991,18 ha. Sedangkan untuk pengelolaanya, berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.03/Menhut-II/2007, sejak Tanggal I Februari 2007, diserahkan kepada Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu.


Geologi

TNLL terletak di sekitar pertemuan lempengan benua yang membentuk pulau sulawesi. Efek dan benturan lempengan mi membentuk kawasan TNLL sehingga daerah mi merupakan pertemuan flora dan fauna dan masing-masing lempengan. Akibat dart adanya penyatuan lempeng tersebut, tidak mengherankan jika di TNLL banyak terdapat lipatan dan perubahan bentuk dan massa daratan sejak pulau mi terbentuk pertama kali. Keadaan tanah di TNLL bervariasi dan yang belum berkembang (entisol), sedang berkembang (inseptisol hingga yang sudah berkembang (alfisol dan sebagian kedil ultisol.

Iklim

Secara keseluruhan, curah hujan di TNLL bervariasi antara 2000-3000 mm/tahun di bagia utara dan 3.000-4.000 mm/tahun di bagian Selatan. Suhu bekisar antara 22-34°C. Rata-rata kelembaban udara adalah 86% dengan kecepatan angin rata-rata 3,6 km/jam.

Flora

Tumbuh-tumbuhan Sulawesi yang kaya dan endemik merupakan satu dan yang paling sedikit dipelajari dan pulau-pulau utama Indonesia, balk dabam hal komposisi taksonomi serta karakteristik-karakteristik ekologi. Distribusi geografis dan tipe vegetasi bergantung pada banyak faktor lingkungan, seperti ketinggian, temperatur, curah hujan, drainase, dan kondisi-kondisi tanah.

Secara umum, hutan TNLL dibagi kedalam 3 tipe hutan utama, sebagai berikut:

Hutan Dataran Rendah (Lowland Forest) tipe hutan mi berada pada kawasan hutan dengan ketinggian dibawah 1.000 mdpl. Jenis tumbuhan yang dapat ditemui di kawasan mi, antara lain: Rotan (Callamus spp.), Beringin ((Ficus spp.), pohon raksasa Leda (Eucalyptus deglupta), Aren penghasib bahan gula (Arenga pinnata), Kepayang (Pangium edule)sertajenis Artoca,pusspp. yang kulitnya biasa digunakan sebagai bahan pembuat pakaian kulit potion (dalam bahasa bokab : fuya).
Hutan Pegunungan Rendah
Pada ketinggian antara 1.000 s/d 1.500 mdpl dapat dijumpai tipe hutan pegunungan bawah. Di kawasan mi pohon tumbuhlebih pendekdengan diameteryang lebih kecil. Jenis flora yang tumbuh di kawasan mi, antara lain : Berbagai Epiphyte termasuk 88 spesies anggrek yang tebah diketahui,jenis pakis yaitu Asplenium sp. dan Platycerium sp., terdapat juga Pohon Uru dan Damar (Agat his dammara).
Hutan Kayu Alpin
tipe hutan ini terdapat pada ketinggian diatas 2.000 mdpl. Daun-daun tumbuh kecil. Lumut tumbuh tersebar menutupi Iantai hutan. Kabut menjaga udara tetap lembab. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan pencucian hara tanah (Nitrogen), sehingga kesuburan tanah berkurang. Spesies kantung Semar (Nepenthes sp.) Mendapat tambahan nutnsi dengan menjebak serangga yang masuk kedalam bunganya.

Hutan Sekunder. Selain tiga tipe utama di alas, terdapat pula hutan sekunder, yaitu hutan yang telah pernah dibersihkan untuk perladangan berpindah, kemudian ditumbuhi vegetasi sekunder, seperti Cemara (Casuarina sumatrana) serta tegakan campuran antara Wanga (Figafetta filans) dan Leda (Eucalyptus deglupta).

Fauna

Taman Nasional Lore Lindu juga kaya dengan fauna khas Sulawesi dan sudah dikenal di kalangan internasional, diantaranya sebagai benkut:

Mamalia: Anoa (Bubalus depressicomis dan Bubalus quarlessi), babi rusa (Babyrusa babyrousa), Palanger Sulawesi (Phalanger celebencis), Tarsius (Tarsius dianae), Monyet Sulawesi (Macaca tonkeana), Cifet (Macrogalidia musschenbroeckii).

Burung: Maleo (Macrocephalon maleo), Rangkong (Rhyticeros cassidix), Elang Sulawesi (Spizaetus lanceolatus) dan burung pegunungan lainnya.

Reptilia : Ular Piton (Python reticulatus), King Kobra (Ophiophagus hannah), Ular Pembalap (Elapheeiythrura dane.jansen) dan 64 jenis ular lainnya. Ditemukan juga 21 jenis cicak besar.

Serangga: Berbagi jenis serangga seperti kupu-kupu, kumbang dan berbagai serangga lainnya.

Budaya

Masyarakat yang hidup di sekitar kawasan TNLL sebagian besar merupakan suku ash, yang terdiri atas Suku Kaili (Kaili Ledo, Kaili Ija, Kaili Ado, kaili Moma, Kaili Tohulu dan Kaili Da'a),

Kulawi, Behoa, Pekurehua dan Bada.Selain suku ash, terdapatjuga para pendatang, seperti suku Bugis, Jawa, Toraja dan Bali. TNLL juga kaya akan berbagai budaya kesenian masyarakat, seperti tarian rego.

Megalith

Keunikan lain yang dimiliki oleh TNLL adalah adanya Megalith atau Batu besar peninggalan prasejarah pada zaman batu. Batu-batu tersebut diperkirakan barasal dan masa 3.000-1.300 SM. Terdapat sekitar 419 Megalith yang tersebar di dalam dan sekitar kawasan TNLL, dengan nncian :43 di daerah Lore Utara, 306 di Lore Tengah, 57 di Lore Selatan dan 13 buah di Kulawi.

Patung-patung megalith mi diperkirakan sebagai patung-patung pemujaan para nenek moyang. Patung megalith yang tertinggi berukuran 4 meter, tetapi kebanyakan berukuran 1,5 sampai 2,5 meter. Ada 5 klasifikasi megalith, yaltu : patung-patung batu, kalamba, tutu'na, batu dakon dan bentuk lainnya.

Obyek Wisata

Terdapat berbagai obyek wisata alam yang sangat menank di kawasan TNLL, seperti Panorama alam Danau Lindu, Air terjun Wuasa, Danau Tambing, jalur track wisata, lokasi birdwatching, lokasi pengamatan satwa, Camping ground, dan Megalith.

Tuesday, November 30, 2010

Mountain's In Central Celebes


Daftar 26 nama-nama gunung yang terdapat di Sulawesi Tengah

1. Gunung Nokilalaki Memiliki Tinggi 2355 Mdpl
2. Gunung Butumpu Memiliki Tinggi 2.400 Mdpl

3. Gunung Daku Memiliki Tinggi 2.304 Mdpl

4. Gunung Dali Memiliki Tinggi 2.253 Mdpl

5. Gunung Dampal Memiliki Tinggi 2.304 Mdpl

6. Gunung Gawalise Memiliki Tinggi 2.023 Mdpl

7. Gunung Gentilomatinan Memiliki Tinggi 2.207 Mdpl

8. Gunung Kulawi Memiliki Tinggi 3.311 Mdpl


Olovatu River Tubing

Booking Now..