Sunday, August 21, 2016
Monday, February 15, 2016
Air Terjun Wera
Indonesia memang terkenal dengan keindahan alamnya, namun
masih banyak keindahan yang masih tersembunyi. Salah satunya adalah Air Terjun
Wera di Sulawesi Tengah. Di sinilah si cantik bersembunyi.
Air terjun Wera yang berada di Desa Balumpewa, Kabupaten Donggala, Sulawesi tengah ini, terletak di ketinggian 100 meter di atas laut (mdpl). Setelah 1 jam perjalanan dari kota Palu, Anda akan diajak berjalan kaki selama sekitar 45 menit. Perjalanan yang akan dilalui adalah perjalanan menembus hutan Wera, termasuk memanjat batu dan menyebrangi sungai.
Kondisi jalan yang dilalui cukup terjal dengan kemiringan sekitar 60-90 persen. Kontur tanahnya lumayan licin dengan bebatuan yang tidak kalah licin. Tapi jangan khawatir, kelelahan Anda akan terbayar dengan pemandangan yang indah dari bukit-bukit pepohonan dan udara yang masih sangat bersih.
Perjalanan membelah hutan juga akan segera terlupakan ketika Anda sampai di
Air terjun Wera yang berada di Desa Balumpewa, Kabupaten Donggala, Sulawesi tengah ini, terletak di ketinggian 100 meter di atas laut (mdpl). Setelah 1 jam perjalanan dari kota Palu, Anda akan diajak berjalan kaki selama sekitar 45 menit. Perjalanan yang akan dilalui adalah perjalanan menembus hutan Wera, termasuk memanjat batu dan menyebrangi sungai.
Kondisi jalan yang dilalui cukup terjal dengan kemiringan sekitar 60-90 persen. Kontur tanahnya lumayan licin dengan bebatuan yang tidak kalah licin. Tapi jangan khawatir, kelelahan Anda akan terbayar dengan pemandangan yang indah dari bukit-bukit pepohonan dan udara yang masih sangat bersih.
Perjalanan membelah hutan juga akan segera terlupakan ketika Anda sampai di
Tuesday, January 20, 2015
Wednesday, November 5, 2014
Sekolahku
Hari itu saya dalam kunjungan
tugas ke Sekolah ini, sangat mengejutkan bagi saya ketika melihat kondisi jumlah tenaga pendidik yang berada di SMP Satap Towulu berjumlah 2 orang 1
Kepala Sekolah dan 1 nya lagi guru. Dengan keterbatasan itu mereka harus
berbagi tugas untuk mengajar 26 siswa dalam 3 rombel (rombongan belajar).
Sekolah ini berada di desa Towulu, Kecamatan Kulawi, Kab. Sigi. Untuk menempuh
ke sekolah ini kita harus menggunakan jasa ojek (Rp300.000 sekali berangkat) dari
ibukota kecamatan selama 7 jam perjalanan dengan medan yg ekstrem.
Foto II:
Anak ini bernama Yusmah (Ketua Kelas 9), saat itu saya
menyuruh anak kelas 9 untuk menulis cita-cita mereka dipapan tulis (yang hadir
hanya 3 orang dari 9 siswa yang terdaftar). Dua orang lainnya menulis ingin menjadi
polisi dan tentara, yang mungkin sudah lumrah kita dengarkan ditelinga kita. Sedangkan anak ini menulis ingin berpergian ke Jakarta, ketika saya tanyakan "Kenapa ingin kesana?" Ia menjawab "Jakarta adalah kota impian saya untuk dapat menggapai
cita-citaku menjadi Presiden.
Lokasi : SMP Satap Towulu, Kulawi
Waktu : 18 September 2014
Kamera : Sony ST23i
Thursday, May 8, 2014
Thursday, April 4, 2013
Sekilas Tentang Gunung Tambora
Gunung
yang memiliki nilai sejarah ini, terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat
(NTB), tepatnya di Pulau Sumbawa, Kabupaten Dompu.
Tambora
namanya yang berasal dari dua suku kata yaitu, Tam yang artinya Orang dan Bora adalah Hilang, maka dari itu pengertian
Tambora adalah Orang Hilang. Konon disekitar pegunungan Tambora terdapat 25
kerajaan diantaranya, kerajaan Bima, Kerajaan Gowa dan masih banyak lainnya.
Setelah meletusnya Tambora pada tahun 1815, banyak kerajaan-kerajaan yang
tertimbun disekitar lembah pegunungannya, oleh karena itu Tambora mempunyai
arti “Orang Hilang”.
Selain
daripada itu, meletusnya Tambora
Tuesday, March 26, 2013
Thursday, January 3, 2013
Awal Kata LIBUNTOLARE
Kata Libuntolare sebenarnya adalah
istilah yang dipopulerkan oleh salah satu pemuda asal Omu yaitu “Mudhy” bagi
orang-orang yang tidak tahu tentang aturan, seperti membuang angin sembarang,
kelewatan bermain atau sifat-sifat yang lainnya dan bisa di anggap seperti
kelakuan orang yang kampungan (Tolare). Ari kata Libuntolare sendiri adalah
penggalan dari tiga buah kosa kata yang berasal dari bahasa kaili yaitu Libu
yang artinya Sekumpulan, Nto yang artinya Dari, dan Lare adalah nama sebuah
kampong, yang diartikan sebagai “Kumpulan Masyarakat
Sunday, October 14, 2012
Deva Felem (Libuntolare Production)
Produser
: Tanwir
Sutradara
: Fauzan
Cameramen
: Ronald
Editor
: Jaka
Sinopsis
Singkat
Film ini
menceritakan tentang bertemunya kembali sekumpulan sahabat-sahabat lama yang
dimana mereka telah disibukan dengan berbagai aktifitas masing-masing. Bermula dari liburan semester oleh salah seorang diantara mereka yang ingin
mengajak kembali sahabatnya mendaki
bersama sekalian untuk menghangatkan
kembali situai saat SMA dahulu. Ternyata mengulangi masa lalu yang harmonis itu
tak segampang dengan yang mereka pikirkan.
Cerita ini
mengambil lokasi pengambilan gambar dengan indahnya pemandangan serta kayanya sumber daya alam yang berada di
Sulawesi Tengah. Film pertama Produksi “KarampuaLibuntolare”.
Go Green Film
Produser : Dadank
Elvansyah
Sutradara :
Fauzan
Cameramen :
Ronald
Sinopsis Singkat
Film
pendek yang berdurasi 4 menit ini menceritakan begitu pedulinya seorang gembel
terhadap lingkungan walaupun ia sendiri tak tau makna Go Green, perilaku
pedulinya dengan lingkungan ia lakukan dengan aktifitas kehidupannnya
sehari-hari dibandingkan dengan sekelompok pemuda yang mengatasnamakan mereka sebagai pecinta alam
dimana hanya berupa teori saja yang sering mereka umbar tapi tidak dengan
tindakan. Di film yang mengambil subjek pertama dengang seorang kutu buku ini
mengambil lokasi pengambilan gambar di sebuah taman kota.
Libuntolare Production 2012
Go Green
Wednesday, October 10, 2012
Info Jalur Gunung Nokilalaki (Sulteng)
Nokilalaki, gunung yang mempunyai
tinggi sekitar 2360 Mdpl ini menjadi awal perjalanan di bulan Oktober kami.
Dari Kota Palu sekitar jam 15.00 kami menempuh perjalanan dengan mengendarai
sepeda motor ke Desa Tongoa Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Sesampainya
kami Di Desa Tongoa jam 17.30, agak lama memang karena kami sempat berhenti
karena hujan yang mengguyur di daerah Palolo. Biasanya waktu tempuh dari Kota
Palu hingga ke desa Tongoa hanya memakan waktu 75 menit. Desa Tongoa sendiri
adalah tempat dimana untuk memulai titik start pendakian Ke Puncak Gunung
Nokilalaki, tepatnya pada jalan setapak di samping Rumah Makan ……… pada
ketinggian 820 Mdpl .
Saat
itu kami memulai pendakian pada jam 18.15, berhubung karena jarak ke pos 1
sangat dekat yaitu sekitar 2,29 Km dengan memakan waktu sekitar 1 Jam, selain
itu juga jalur menuju ke pos 1 sangat jelas yang juga bisa dikendarai dengan
Wednesday, September 19, 2012
Biografi Bob Marley
Robert Nesta "Bob" Marley (lahir di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika, 6 Februari 1945 – meninggal di Miami, Florida, Amerika Serikat, 11 Mei 1981 pada umur 36 tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu, dan musisi reggae berkebangsaan Jamaika. Bob Marley sampai saat ini dikenal di seluruh dunia sebagai musisi reggae yang paling tersohor dalam dunia musik reggae. Dia diakui perannya dalam memopulerkan dan menyebarkan musik Jamaika dan Gerakan Rastafari ke seluruh dunia. [1]
Bob Marley adalah gitaris, vokalis, dan pencipta lagu dalam grup musik The Wailers (1964–1974) dan Bob Marley & The Wailers (1974–1981) yang beraliran ska, rocksteady dan reggae.
Biografi
Kapten Norval Sinclair Marley adalah seseorang yang berperawakan
kecil. Ia adalah seorang pengawas tanah perusahaan Crown Lands, milik
Pemerintahan Inggris yang telah menjajah Jamaika sejak tahun 1660-an
yang terletak sebelah utara pulau itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
“Batu Gantung dengan Sejuta Permata” Gunung Gawalise yang mempunyai ketinggian kurang lebih 2023 Mdpl merupakan gunung yang jalurnya bis...
-
N okilalaki, gunung yang mempunyai tinggi sekitar 2360 Mdpl ini menjadi awal perjalanan di bulan Oktober kami. Dari Kota Palu sekitar ...













